Banyak Ditentang, Trump Segera Umumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Dalam berita terbaru Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada hari Rabu, 6 Desember 2017 waktu setempat. Keputusan ekstrem Trump menandai berakhirnya kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Hal ini dikarenakan selama tujuh dekade belakangan Amerika serikat mengenal Two-State Solution untuk menjembatani konflik Palestina dan Israel.

Trump menjadi presiden pertama yang berani mengambil keputusan ini sejak pertama kali Israel berdiri pada tahun 1948. Trump bahkan sudah menghubungi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk mengabarkan sekaligus menjelaskan perubahan kebijakan tersebut. Kebijakan Trump mendapatkan respon postif dari pihak-pihak pro-Israel. Tump dianggap telah memenuhi janji selama kampanye untuk mendukung Israel dan tegas kepada Palestina.

Sebaliknya, pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerussalem sebagai ibukota Israel mendapat kecaman dari sejumlah pemimpin negara di Timur Tengah. Keputusan ini dianggap sebagai indikasi bahwa Amerika memandang negara Israel sebagai entitas yang lebih berkuasa dibandingkan Palestina, sehingga mendapat hak yang sah untuk menduduki Yerussalem yang selama ini menjadi kota yang paling diperebutkan oleh kedua negara tersebut. Di Indonesia sendiri, Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr. Dalam pertemuan mereka, Retno menyatakan bahwa Indonesia turut prihatin dengan keputusan Trump tersebut. Retno juga mengingatkan Donovan bahwa keputusan tersebut bisa mengganggu proses perdamaian antara Israel dan Palestina yang sudah diperjuangkan selama bertahun-tahun. Keprihatinan yang sama juga diungkapkan oleh Raja Salman dari Arab Saudi dan Raja Abdullah dari Yordania.

Pada Maret 2010, sebuah poling yang digulirkan oleh Israel dan Palestina berhasil menghimpun data yang menunjukkan bahwa kedua negara tersebut mendukung two-state solution. Lebih lanjut, ini berarti bahwa kedua belah pihak telah melihat bahwa konflik yang ada di antara mereka hanya bisa diselesaikan dengan mengakui kedaulatan masing-masing dari kedua negara tersebut. Amerika Serikat yang memegang perang sebagai salah satu pihak kunci dalam perjanjian Oslo pun menyatakan menyetujui solusi tersebut. Barrack Obama bahkan pernah menyatakan jika Amerika Serikat meyakini jika berdasarkan negosiasi yang dilakukan, solusi mengarah pada sebuah keharusan untuk menghasilkan dua negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *