Baju Koko Murah di JD.ID

Hasil gambar untuk baju koko jd.id

Ketika melihat orang-orang muslim pergi ke masjid, hampir rata-rata baju yang dikenakan adalah baju koko di balut dengan sarung dan peci. Ada yang mengenakan peci hitam, putih dan lainya. ada yang bermotif dan ada pula yang tidak. Beberapa muslim juga mengenakan sorban. Tapi di antara itu semua, yang paling menarik tentu saja penggunaan baju koko. Benarkah bahwa semua itu adalah simbol yang menunjukkan kualitas keislaman seseorang?

Mengingat simbol-simbol tersebut sering kali digunakan setiap ke masjid dan lebih banyak lagi ketika hari-hari besar islam. Lihat saja ketika hari raya idul fitri, hampir semua muslim mengenakan baju koko. Kepopuleran koko sebagai baju untuk acara islam juga ditujukkan pada banyaknya toko yang laris menjual baju koko pada momen-momen besar hari islam. Lihat saja baju koko di JD.ID – sebuah online shop terbesar di indonesia – pasti laris manis diserbu pembeli online.

Kualitas keimanan seseorang memang tidak bisa diukura dari apa yang ia kenakan. Tapi setidaknya, apa yang ia kenakan menunjukkan bahwa ia memperhatikan keimananya. Walau itu tidak mutlak. Koko hanyalah baju dengan penuh riwayat sejarah, ditinggalkan oleh orang-orang Cina untuk kemudia dilestarikan oleh para mereka yang muslim di Indonesia hingga saat ini.

Kita bisa menelusuri kisah baju koko dari novel The Da Peci Code karya Ben Sohib. Ceritanya di awali dari gugatan sag tokoh utama kepada seorang ustadz. Dalam gugatanya, tokoh utama bercerita bahwa sewaktu ia ke masjid, ia melihat semua orang mengenakan baju koko. Baju koko di anggap sebagai simbol islam. Lalu kapan memang baju koko masuk islam? Dahulu tidak ada orang islam yang mengenakan baju koko. Dahulu juga tidak ada yang mengatakan bahwa baju koko itu baju islami. Bahkan, bukankah baju koko itu baju yang berasal dari china? Lalu kenapa sampai dikaitkan dengan islam. Lalu kalau ada orang islam yang pakai koko, itu seolah orang islam yang diislamikan?

Benar memang, baju koko adalah baju yang berasan dari china. Ada banyak sejarawah yang mengungkapkan demikian. Salah satunya adalah sejarawan JJ. Rizal, yang mengatakan bahwa baju koko itu berasal dari baju tui-khim. Lalu juga menurut David Kwa Tui-khim dikenal dengan sebutan baju tikim merupakan Baju seperti baju koko. Menurut catatan sejarah, hingga awal abad ke-20, para pria Tionghoa yang berada di Indonesia masih setia menggunakan tui-khim dan celana komprang. Mereka menggunakan paju semacam ini untuk kegiatan sehari-hari.

Lalu bagaimana carita Tui-Kim jadi Koko? Menurut banyak cerita, para pemakai baju Tui-Kim adalah mereka yang sudah berumur atau engkoh-engkoh (yang merupakan sebutan umum bagi lelaki china), yang kemudian dalam ejaan bahasa Indonesia di sebut sebagai koko.

Jadi baju koko sebenarnya berbeda dengan baju takwa. Tetapi malah sering disamakan. Bahwa baju takwa itu tidak diadopsi dari pakaian thui-kim, melainkan hasil modifikasi dari baju Jawa, yaitu Surjan. Perlu kamu katahui, Surjan itu adalah salah satu pakaian yang erat dengan tradisi jawa. Baju ini dikenakan khusus oleh pria jawa dalah kegiatan sehari-hari. Surjan juga merupakan pakaian yang bisa digunakan untuk acara resmi yang kemudian dilengkapi dengan blangkon dan bebetan.

Jika Anda, ingin membeli baju koko. Silakan lihat langsung disini : https://www.jd.id/category/jual-baju-koko-pria-875062110.html . Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *